ETIKA DAN KEPRIBADIAN
* PENGERTIAN ETIKA
Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral
Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral
Pengertian etika secara umum adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi.
* PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Dalam bahasa Inggris istilah kepribadian adalah personality. Istilah ini berasal dari kata bahasa latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu dipakai dalam pentas drama Yunani kuno. Istilah ini kemudian diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”. Konotasi seperti ini seolah-olah menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Sebagai suatu bidang studi empiris, konotasi itu sudah banyak berubah.
Para psikologi dan filsafat nampaknya mulai sepakat, bahwa manifestasi kepribadian dapat dilihat dari :
Dalam bahasa Inggris istilah kepribadian adalah personality. Istilah ini berasal dari kata bahasa latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu dipakai dalam pentas drama Yunani kuno. Istilah ini kemudian diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”. Konotasi seperti ini seolah-olah menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Sebagai suatu bidang studi empiris, konotasi itu sudah banyak berubah.
Para psikologi dan filsafat nampaknya mulai sepakat, bahwa manifestasi kepribadian dapat dilihat dari :
1. Kenyataan yang bersifat biologis
2. Kenyataan pisikologi
3. Kenyataan sosial
Ketiga kenyataan ini mengubah menjadi satu kesatuan yang disebut kepribadian.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Kepribadian adalah citra/gambaran diri seseorang.
Gambaran diri, menyangkut : Pola Pikir, Sikap dan Prilaku
Pribadi, akan tergambar keluasan dan kedalaman pengetahuan (kompetensi)
Pribadi, akan tergambar keterbukaan dan kejernihan hati
Pribadi, akan tergambar kesopanan dan kesantunan (Etika), keterpelajaran, (maaf) bukan kekurang ajaran
Hubungan Etiket & Kepribadian :
Kepribadian adalah pondasi citra, Etiket adalah salah satu cerminan kepribadian
Beberapa Contoh Penerapan :
Ciri PRIBADI YANG BERETIKET, (sekaligus menjadi TIPS) :
1. Tampil (rapih, segar, menarik, mempesona, spontan, tegas dan berwibawa)
2. Senang (bekerja, kepintaran,dikoreksi, introspeksi, menolong)
3. Bisa (menghormati orang lain, bekerjasama, menyesuaikan diri, mandiri, menyelesaikan masalah, mengendalikan diri & memberi contoh positif)
4. Selalu (tersenyum, siap membantu, percaya diri, bersemangat, bijaksana, peduli orang lain, melakukan yang terbaik)
5. Tidak (mudah putus asa, menyalahkan orang lain, sombong, meremehkan orang lain, mengutamakan diri sendiri, kasar, culas)
6. Mengetahui (kelebihan dan kekurangan, pekerjaan dengan baik, apa yang harus dilakukan, perkembangan perusahaan, peraturan perusahaan,
Kaitannya Dengan Kantor :
1. Masuk – pulang kantor tepat waktu
2. Wajib memberi salam sesuai kondisi
3. Memperhatikan penampilan diri
4. Mengerti dan patuh terhadap hirarki perusahaan
5. Selalu bersikap ramah
6. Toleransi
7. Memberi perhatian yang sama (atasan, selevel & bawahan)
8. Persoalan pribadi tidak boleh dibawah ke kantor
9. Jangan mendiskusikan atasan
10. Menepati waktu dan janji
11. Memelihara suasana
12. Dalam pergaulan sosial, wanita didahulukan.
13. Dalam lingkungan kantor (bisnis) pangkat-kedudukan menentukan siapa yang harus didahulukan.
Kampanye “5 S” untuk PRIBADI YANG BERETIKET
1. Senyum
2. Salam
3. Sapa
4. Sopan (prilaku )
5. Santun (kata/sikap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar